0812-8727-145
0812-8727-145
0812-8727-145
d1048e61

Rambutan Rapiah

Rambutan Rapiah
Rp 45.000
Beli Sekarang

Rambutan Rapiah sangat disukai masyarakat. Rambutan hasil pemuliaan di Pasar Minggu, Jakarta ini dikenal juga dengan sebutan Aceh atau Aceh pelat. Bersama dengan rambutan binjai, rambutan rapiah dapat digolongkan sebagai jenis rambutan terbaik di Indonesia. Mutu buah rambutan Rapiah sangat bagus. Rambutan jenis ini buahnya berbentuk bulat dan mempunyai ciri khas yaitu adanya pelat pada kulitnya. Warna buah hijau kekuningan dengan rambut yang sangat pendek, kasar, agak jarang, dan berwarna hijau dengan ujung kemerahan. Daging buahnya tebal, putih, agak kering, kenyal, ngelotok (terkelupas), dan kulit bijinya agak melekat. Rasanya manis agak renyah dan aromanya tidak tajam. Buahnya kecil dengan berat per buah sekitar 18-19 gram, bijinya kecil berbentuk bulat. Daya tahannya mencapai enam hari setelah petik.
Selain buahnya yang sangat nikmat disantap, bagian lain dari rambutan ini juga dapat diambil manfaatnya. Kayu pohon rambutan mempunyai tekstur yang cukup keras dan kering, tetapi mudah pecah, sehingga kurang baik untuk bahan bangunan. Namun, kayu rambutan bagus sekali untuk digunakan sebagai kayu bakar. Akar tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat demam, kulit kayunya untuk obat radang mulut, dan daunnya untuk obat sakit kepala sebagai tapal (popok). Daging buahnya yang telah matang selain bisa dikonsumsi langsung, juga dapat diawetkan sebagai buah kalengan.
Pohon ini sangat mudah perawatannya dan dapat ditanam di pot. Rambutan rapiah dapat tumbuh subur dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl dengan tipe iklim basah. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun. Tanah yang gembur dan subur lebih disenangi oleh tanaman ini. Tanaman ini juga relatif tahan pada lahan gambut yang masam dan tanah latosol cokelat dengan pH tanah 4-6,5. Suhu udara 22-35° C. Tipe tanah latosol kuning sangat disenangi. Hembusan angin yang kering, biasanya di pantai, dapat menyebabkan tepi-tepi daun berwarna kecokelatan seperti terbakar. Namun, untuk merangsang pembungaan diperlukan musim kemarau (kering) antara 3-4 bulan. Hujan yang jatuh pada saat tanaman sedang berbunga menyebabkan banyak bunga berguguran dan mendorong timbulnya serangan penyakit mildu tepung (Oidium sp.). Bila kemarau berkepanjangan, buah menjadi kurang berisi (kerempeng) dan bijinya tidak berkembang (kempis).Pohon buah rambutan Rapiah merupakan pohon yang sulit untuk diperbanyak dengan cara pencangkokan.
Pemeliharaan tanaman yang penting dilakukan adalah membersihkan kebun dari gulma dan memangkas tunas-tunas liar/tunas air yang muncul. Rambutan rapiah dapat dipetik setelah matang pohon atau umur 120 hari setelah anthesis (bunga mekar). Panen dilakukan dengan memotong tangkai rangkaian (tandan) buah. Hasilnya dapat mencapai 500-700 kg/pohon. Musim panen rambutan rapiah terjadi pada bulan Desember–Februari.